Minggu, 27 Januari 2013

Bahan Pakan Tepung Kerang Pakan Inkonvensional



Makalah
Mahan Pakan dan Formulasi Ransum


Bahan Pakan Tepung Kerang
Pakan Inkonvensional



 











                                  Nama       :     Thalib Adrian

                                  Nim         :     I 111 11298

                                  Jurusan   :     Produksi Ternak




FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013




PENDAHULUAN


       Dalam  memasuki era globalisasi dan era perdagangan bebas, pembangunan industri peternakan mengalami pergeseran paradigma. Titik berat difokuskan kepada sistem budidaya (onfarm) yang mengalami pergeseran ke arah yang lebih terintegrasi dan komprehensif, yaitu agribisnis. Sistem agribisnis industri peternakan mencakup usaha peternakan mulai dari subsistem hulu (penyedia sapronak : pakan, bibit dan alat-alat), subsistem budidaya (onfarm), subsistem hilir (pengolahan dan pemasaran) dan subsistem agribisnis penunjang (lembaga jasa dan kebijakan).   Pakan merupakan salah satu komoditi dari subsistem agribisnis hulu, atau dengan kata lain penyedia sapronak untuk subsistem budidaya ternak. Pakan merupakan faktor terpenting untuk menunjang budidaya ternak karena berimbas pada peningkatan bobot badan ternak dan performa ternak yang diinginkan. Peningkatan populasi, susu dan telur sebagai hasil ternak sangat tergantung dari penyediaan pakan yang baik dan berkualitas. Selain itu dalam usaha peternakan biaya pakan mencapai persentasi dalam biaya produksi yaitu mencapai 50 –70 %.
PEMBAHASAN

A.   Tepung Kerang
Bahan tepung kerang merupakan bahan pakan yang mirip peranannya dengan tepung tulang. Tepung kerang kerap kali diberikan kepada ayam hias, ayam pelung, dan juga campuran ransum untuk ayam ayam aduan. Tepung kerang digunakan pula sebagai pemecah mekanik makanan ayam di dalam tembolok. Tetapi peranan kedua bahan pakan ini semakin merosot dengan banyak beredarnya vitamin-mineral buatan pabrik yang relatif murah pergram ransumnya (Rasyaf, 2001).
Bahan baku pakan berupa tepung kerang diperoleh dengan cara menggiling kerang dari berbagai ukuran besar dan kecil. Tepung kerang ini digunakan sebagai unsur pencampuran di dalam ransum karena kandung Ca dan P nya cukup tinggi. Tepung kerang ini seperti halnya tepung tulang juga sangat potensial dalam proses pertumbuhan dan berproduksi. Pemakaian ideal dalam ransum 1% - 2 % (Sudarmono, 1996).
          Tepung kerang diperoleh dari kulit kerang yang dihaluskan menjadi tepung. Jenis tepung ini merupakan sumber kalsium dan fosfor. Penggunaannya sering digunakan bersamaan dengan tepung tulang. Kadar kalsium tepung kerang mencapai 38% jadi lebih besar dari kandungan kalsium tepung tulang. Karena itu, penggunaan tepung kerang untuk itik petelur jumlahnya tidaklah terlalu banyak (Suharno, 2001).   
Tepung kerang memiliki kandungan protein 2-3%, dan kalsium 30-40%. Sebaiknya diberikan kepada anak itik dan itik dara sebanyak 1%, serta itik dewasa sebanyak 3% dari total ransum yang diberikan (Martawijaya, dkk, 1996).
         














B.   Pakan Inkonvensional
          Salah satu contoh pakan inkonvensional adalah memanfaatkan limbah pertanian. Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi sebagai pakan bukan hal baru bagi petani peternak. Namun disadari, limbah pertanian tersebut sebagai pakan tambahan tak akan mencukupi kebutuhan pokok hidup ternak jenis ruminansia. Yakni jenis ternak herbivora yang mempunyai keunikan dan keistimewaan mengonsumsi hijauan pakan dalam jumlah besar sebagai sumber gizi dan energi utama dibanding dengan ternak nonruminansia (monogastrik).
Jenis ternak ruminansia besar, misalnya sapi dan kerbau. Sedang yang termasuk ruminansia kecil, kambing dan domba. Tak disangkal pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan akan terus meningkat. Nilai pakan limbah pertanian sangat tergantung pada macam limbah, varietas tanaman, pemupukan, saat dan cara panen. Faktor pembatas tingkat pemanfaatan limbah pertanian untuk ternak umumnya kegunaan bahan, kualitas yang rendah dan kurang disukai ternak.
Atas dasar pertimbangan itu, perlu ditemukan upaya meningkatkan pendayagunaan limbah pertanian untuk pakan ruminansia. Tujuannya memperoleh sumber pakan alternatif yang murah, berasal dari sumber inkonvensional yang mudah diperoleh, aman dipakai, dan menumbuhkan kreativitas petani peternak sendiri untuk mengerjakannya.
           Salah satu alternatif pembuatan pakan ternak inkonvensional adalah pembuatan tepung tulang dan tepung bulu. Selama ini kedua bahan tersebut masih dianggap limbah ikutan dari berbagai produk peternakan seperti tulang dan bulu ayam. Tepung bulu dapat dijadikan sumber protein dengan kandungan protein kasar lebih dari 44.7% (PK >20%) dan tepung tulang sebagai sumber Ca dan P yaitu 29.9% dan 12.5%.
             










PENUTUP


Kesimpulan

         Pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak, tanpa mengganggu kesehatan ternak.
             Tepung kerang diperoleh dari kulit kerang yang dihaluskan menjadi tepung.
             Pakan Inkonvensional adalah pakan yang mudah di peroleh dan harganya murah. Seperti dedak, bungkil, dll.










DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2009. http://www.suaramerdeka.go.id. Amoniasi jerami pakan bermutu/ dikutip 13 Maret 2009

Martawijaya. dkk, 1996. Itik Petelur. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Rasyaf, 2001. Seputar Makanan Ayam Kampung. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Sudarmono, 1996. Pedoman Pemeliharaaan Ayam Ras Petelur. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Suharno, 2001. Beternak Itik Secara Intensif. Jakarta : Kanisius.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar